Industri Pertahanan Indonesia 10 Tahun ke Depan, Seperti Apa?

25 Desember 2019

Sebagai anak negeri apa impian/imajinasi kita menyangkut industri pertahanan Indonesia 10 tahun kedepan (2020 s/d 2029) ? bila pertanyaan ini ditujukan kepada seluruh anak bangsa jawabannya akan sangat beragam.

Bila kita bicara industri pertahanan 10 tahun kedepan maka kita harus mengetahui keinginan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam mengembangkan industri pertahanan Indonesia. Jokowi dalam beberapa kesempatan menyampaikan yang ada visi misi Presiden para Menteri mengikuti.

Presiden RI saat memimpin rapat terbatas mengenai pengadaan alutsista di Kantor Presiden Jakarta, Jumat (22/11/2019), meminta Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, dalam pengadaan alutsista orientasinya adalah betul-betul strategic partnership untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa sehingga kita memiliki kemampuan untuk memproduksi alusista yang dikerjasamakan (BUMN dan Swasta).

Tambah Presiden RI, Indonesia harus menjadi negara yang kuat dan disegani di kawasan Asia Timur. Untuk mencapainya diperlukan alat pertahanan untuk mengantisipasi perang di masa mendatang.

Jokowi ingin pengadaan alutsista dengan teknologi yang modern, sehingga tidak ketinggalan zaman. Dia menilai pengadaan alutsista juga harus mempertimbangkan corak peperangan di masa depan.

Mantan Gebenur DKI Jakarta dan walikota Solo ini menginginkan menyetop impor alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari luar negeri. Menhan RI diharapkan dapat memanfaatkan anggaran kementerian untuk memacu pengembangan industri strategis di bidang pertahanan dari hulu sampai dengan hilir dan berorientasi ekspor.

Kebijakan industri pertahanan RI tidak lepas Komite Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia (KKIP). Bila kita membaca di situs resmi (kkip.go.id), mengacu pada Undang-undang Nomor 16 tahun 2012 dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya secara konsisten maka cita-cita untuk memiliki Industri Pertahanan yang maju, kuat, mandiri dan berdaya saing akan dapat terwujud, yang pada akhirnya akan bermuara pada terwujudnya kemandirian pemenuhan kebutuhan Alpalhankam yang sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh TNI, Polri dan Kemeterian/Lembaga lainnya.

 

10 tahun Kedepan, ini dia Industri Pertahanan Indonesia

Industri Pertahanan Indonesia 10 tahun kedepan pastinya tidak lepas dari kebutuhan alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada 2024, target minimum essential force (MEF) Alutsista Indonesia sebesar 100%. Hingga tahun ini, perkembangan pemenuhan MEF sudah mencapai 74%.

Pengembangan Industri Pertahanan Indonesia 10 tahun kedepan juga harus melihat ancaman pertahanan dan keamanan kedepan. Saat ini dan dalam kurun waktu 5  s/d 10 tahun ke depan, kita menghadapi ancaman nyata seperti  krisis perbatasan perairan di utara Natuna, terorisme, radikalisme, dan separatisme. 

Selain tiga ancaman, Indonesia akan menghadapi ancaman nyata lain seperti bencana alam, wabah penyakit, penyelundupan narkoba, dan cyber attack. Ada pula separatis yang masih terjadi di beberapa daerah yang rentan konflik terbuka. Para separatis bisa mendapat senjata karena adanya penyelundupan dan perdagangan gelap.

Bila melihat dari visi misi Presiden, Kemenhan RI, Komite Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia (KKIP) memiliki satu tujuan yang jelas yaitu kemandirian industri pertahanan sesuai dengan perang masa depan dan berorientasi ekspor. 

5 atau 10 tahun ke depan, TNI dalam penggunaan teknologi militer masih menggunakan platform yang sama dalam menjalankan tugasnya. Tapi bila dilihat dari perkembangan teknologi militer akan ada perubahan dari sisi teknologi indormasi (TI) dan Teknologi Cyber (TC).

Platform milter untuk masing-masing angkatan untuk Angkatan Darat menggunakan kendaraan-kendaraan tempur (ranpur), Angkatan Laut menggunakan kapal, dan Angkatan Udara pakai pesawat.

Amat diyakinkan bahwa kedepan penggunaan teknologi informasi  (TI) dan cyber teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) atau robotic, big data & analitic, dan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) akan menjadi patner dari persenjataan utama seperti kapal, drone, pesawat dan ranpur militer.

 

Sumber : kompasiana.com/industri-pertahanan-indonesia

 

Official and Exclusive Show Daily

           

 

 

Supporting Publications

     

 

   

Official Legal Partner

 

Contact us

PT Napindo Media Ashatama

Tel: +6221 8650963, 8644756
Fax: +6221 8650963
Email: info@indodefence.com

Venue:
JIEXPO Kemayoran
Jakarta - Indonesia

Exhibition Hours

WED, 4 November 2020
12.00 pm - 05.00pm

THU, 5 November 2020
10.00 am - 05.00pm

FRI, 6 November 2020
10.00 am - 05.00pm

SAT, 7 November 2020
10.00 am - 05.00pm

© 2018 Indo Defence Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama